Rabu, 02 Januari 2013

here is our community, --PapRcrap'z Community--



Here is Our Community, ~ PapRcrapz Community ~

PapRcrapz adalah sebuah komunitas anak muda yang berkreasi dalam dunia seni kerajinan kertas di Yogyakarta. 
Berawal dari sebuah hobi (sekaligus sempat menjadi tugas kuliah), komunitas ini hadir dengan berbagai hasil kreasinya.
Beragam bentuk tokoh fiksi hingga bangunan bersejarah menjadi bentuk-bentuk miniatur kertas yang menarik ditangani komunitas ini. 
Berbekal keuletan dan kreativitas, hasil karya anak-anak muda ini berhasil menembus beragam event pameran di Yogyakarta. PapRcrapz ini adalah penamaan ulang dari istilah Papercraft, yaitu sejenis keahlian dengan bahan dasar kertas, maka muncullah kemudian bentuk-bantuk mainan yang terbuat dari kertas, sebut saja Papertoys. Papertoys sendiri adalah suatu kerajinan ketrampilan kertas yang berasal dari Jepang, yaitu ketrampilan dalam membuat suatu bentuk atau boneka dari kertas berupa template. Dalam prosesnya, template itu digunting, dilipat, dan disatukan dengan lem. Kehadiran papertoys sendiri menjadi bagian penting dalam perkembangan desain tiga dimensi, karena dalam merancang suatu papertoys sendiri memiliki unsur visual diantaranya: titik, garis bidang, warna, serta tekstur.
*Sedikit mengutip dari  majalah Magic Fingers Zine” yang sempat mempublish PapRcrapz dalam kolomnya di halaman 8.

Yup, itulah sekilas tentang PapRcrapz. Tak banyak ternyata yang bisa aku ceritakan tentang komunitas ini, ya..apalagi tentang PapRcrapz, tidak tepat sepertinya kalau yang bercerita adalah aku. Karna memang aku bukan termasuk dalam bagian  anak muda yang berkreasi dalam dunia seni kerajinan kertas” seperti yang dijelaskan di atas, oh jelas bukan [hehe]. Uraian di atas hanya sekedar untuk mengenalkan pembaca sebelumnya tentang apa itu PapRcrapz. So, saat ini sebenarnya aku hanya akan bercerita tentang kami. Sekumpulan kami yang tergabung dan merenda memory belakangan ini. #cesss....tiba-tiba jadi dingin.. karna hujan-
Kami memang tergabung dalam komunitas ini PapRcrapz, sekumpulan orang yang pada saat ini- berlatar belakang yang berbeda. Karna sebelum saat ini, PapRcrapz lebih banyak terjun dalam event pameran maupun workshop, dan otomatis hanya terdiri dari para ahli pembuat desain PapRcrapz. Maka, inilah kami saat ini yang agak sedikit berbeda [hehe]. Hmmm...sebenarnya pengen banget nyeritain tentang perjalanan kami dari mulai perkenalan de-el-el, tapi khawatir nanti tulisan ini malah jadi novel, yang justru males untuk dibaca sekali duduk..^^.. *senyum yang sok manis*.

Well, jujur, banyak hal memang yang kami pelajari melalui komunitas ini. Tidak hanya sekedar bermain kertas, berurusan dengan gunting, ataupun membicarakan tokoh-tokoh kartun yang akan dijadikan model. Tidak hanya itu. tapi terlebih tentang sebuah mimpi kami yang menyatu. . #cesss lagi..-ketetesan air hujan-. Berawal dari tahun 2010, ketika Yogyakarta tertimpa musibah meletusnya merapi, aku yang mulai menjadi kami, mengadakan Trauma Healing” untuk anak-anak korban Merapi. Kami membuat suatu event kecil-kecilan dengan mengajak mereka bermain kertas: menggunting, melipat, dan mengelem. Dan tentunya kami telah menyiapkan pola templatenya. Sederhana bukan? tapi ternyata event itu membuat kami mengerti khususnya aku sendiri- bahwa hanya dengan kegiatan yang sederhana, dan niat yang sederhana pula untuk bermain bersama, tapi membuat mereka anak-anak itu- dan kami merasa bahagia...[bacanya pake sense: agak melow]. Lalu kami melanjutkan event yang sama di beberapa posko bencana ketika itu. sederhana, tapi mengena di hati kami... #masih melow.

Seseorang dari kami menularkan mimpinya, menjadikan bulir-bulir tetesan energi positif untuk kami #ceesss......]. Menjadikan kami bersemangat untuk membuat mimpi itu menjadi sesuatu yang nyata dilihat, dirasakan.. dan itu juga yang menjadi kebahagiaan kami berbekal dengan pengalaman kami masing-masing. Ya disinilah kami menyatu melalui komunitas ini.

Berbagi kebahagiaan dengan sederhana, dengan modal seadanya, namun dengan niat yang besar. Meskipun tak pernah terkatakan, tapi aku melihat bahwa diri kami pada akhirnya mempunyai mimpi yang sama, menggerakkan diri untuk dapat mengukir seulas senyum tipis pada mereka, anak-anak yang luar biasa. Dan tentunya seseorang dari kamilah yang mulanya mengajak kami untuk melihat mereka lebih dekat. Anak-anak korban gempa, anak-anak yatim, piatu, anak-anak dhuafa, dan anak-anak jalanan. Merekalah yang kami anggap sebagai anak-anak yang luar biasa. Keberadaan mereka adalah pembawa inspirasi bagi kami, dan keberadaan mereka adalah pembuka mata kami untuk bisa melihat dunia ini senyatanya. Ya, mereka sungguh luar biasa. Percayalah.......! Melihat mereka adalah melihat dunia ini dengan warna pelangi... melihat mereka adalah melihat diri kami seutuhnya yang tidak hanya milik kami semata. 

Hwuuhf.....mesti harus menarik nafas yang panjang meski hanya sekedar menulis catatan ini. aku pribadi, sangat yakin, ada banyak hal dan banyak tempat untuk bisa menjadi kelas pembelajaran untuk diri kita masing-masing. Dan inilah salah satu tempat yang kami maksud J..

Ya, sampai saat ini kami telah beberapa kali berkunjung ke sejumlah panti untuk mengajak mereka bermain dan berbagi kebahagiaan bersama. Namun tidak juga sesederhana itu, kami ingin mengajak mereka membuka mata untuk bisa memaknai sesuatu yang sederhana menjadi istimewa, mengajak mereka menjadikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Mungkin inilah yang dinamakan menularkan inspirasi, ya kami ingin mereka memiliki semangat yang lebih setelah mengikuti kegiatan kami. Sejumlah panti tersebut diantaranya: Panti Asuhan Atap Langit, Panti Asuhan Yatim Putra Islam, Pondok Yatim Piatu Islam Imam Syafii, Panti Asuhan Nurul Yasmin, dan Panti Asuhan Putri Aisyiyah. Dan semoga kegiatan ini terus berlangsung secara berkesinambungan. Amien...[emosicon: nadahin tangan doa khusyu]

Boleh ya kami ceritain dikit sekilas kegiatan kami? #agak maksa. Ini cuplikan kegiatan kami:


*kunjungan dari Radio Swaragama di bengkel PapRcrapz*


*PapRcrapz  di Panti Asuhan Nurul Yasmin*


*PapRcrapz  di Panti Asuhan Yatim Putra Islam*


Cozstreet (Kostum Jalanan)


*Cozstreet PapRcrapz  di nol kilometer, pada 29/12/12, dalam rangka penggalangan dana  Satu Hati untuk Anak Panti

Kami sadar, yang kami lakukan hanya sekedarnya. Banyak hal yang belum kami lakukan  untuk mereka, namun semoga niat kami yang sederhana ini bisa mengantarkan kami untuk bisa melapangkan tangan kami lebih lebar dari sekedar ini, tenaga yang lebih besar dari ini, dan mata yang dapat memandang lebih jauh dari ini. Besar harapan kami, atas dukungan kalian baik materi maupun non-materi. Semua ini kami dedikasikan untuk mereka. . melalui komunitas ini. PapRcrapz Community. J

a/n: Ajix, Irwan, Divi, Asni, dan semua kawan yang membantu. Dan "kami" adalah jua bermakna "kalian" :-) 

Yogyakarta, 2 Januari 2012
back sound : Mungkinkah kita kan selalu bersama.......” [by: Stinky]

Rabu, 21 November 2012

every family part 2

Setiap keluarga berdamping dengan masalah
(bagian 2)
          Setiap keluarga berdamping dengan masalah. Kadang masalah itu menjadi pemicu pertengkaran, merenggangkan hubungan keluarga. Tidak hanya keluargamu saja, semua keluarga pasti punya masalah, entah itu tentang ekonomi yang pas-pasan, pendidikan yang rendah, masalah keyakinan, beda pendapat, masalah perjodohan yang sering diperdepatkan. Ibu, ayah, kakak, adik, dan aku pun mungkin saja sering adu mulut karena mempertahankan ego masing-masing. Masalah bisa saja timbul karena keluarga itu sendiri, kadang juga karena keterlibatan keluarga lain.
          Kamu yang selalu mengeluh tentang masalah dikeluargamu yang kamu limpahkan kesalahan seolah padaku. Kamu pun pernah menjadi sumber masalah bagi keluargaku. Tapi rasanya tak bijak jika aku selalu menyalahkanmu. Bukan kamu, pun bukan aku yang menjadi pemicu masalah ini. Semua itu hanya sentilan dari Tuhan yang sedang mengingatkan kita, karena selama ini mungkin sujudku terlalu miskin makna, sujud yang hanya sebatas ritual. Ya…. Dengan cara-Nya itu, Dia mengingatkatku yang sedang lalai dengan ibadahku sendiri, dengan kebutuhan batinku yang selama ini kering menyebut asma-Nya.
          Masalah yang semakin memuncak, air mata yang mulai mengering, menguras semua emosi yang ada, dan keluar dalam bentuk kemarahan, protes kepada Tuhan, dan seolah ini tak adil bagiku dan keluargaku. Bukankah kami selama ini taat pada-Mu Tuhan, bukankah selama ini kami menjalankan perintah-Mu Tuhan…. Tapi kenapa masalah itu datang, menghancurkan semua rencana indah kami di masa depan, rencana yang sudah tertata rapi tiba-tiba menjadi berantakan, seperti rangkaian mutiara tanpa ikatan. Kenapa….. dan selalu berakhir dengan sebuah tanya yang belum terjawab…
          Sampai suatu saat kami pun mengerti kenapa semua masalah itu terjadi….. seiring berjalannya waktu kami pun menemukan satu-persatu jawaban atas masalah kami. Semua memang bersumber dari kami sendiri, karena kami lalai dengan rasa kesyukuran kami pada Tuhan, hingga Dia mengingatkan kami dengan sebuah “kehilangan, sedikit ketakutan, dan rasa lapar”. Tapi Dia selalu memperbaiki semua yang retak dengan cara-Nya yang unik, itu saja kalau kami mau. Perlahan dan pasti Dia menunjukkan pada kami banyak pelajaran tentang hidup, tentang arti sebuah kesyukuran, tentang indahnya berbagi, tentang manisnya iman.
          Dan benar tentang arti sebuah pepatah, “siapa yang menanam, dialah yang menuai” jika keluargamu sedang menghadapi masalah mungkin karena engkau lupa tentang berbagi, atau mungkin tanpa sadar kamu pernah menyakiti hati orang lain. Jadi sebelum menyalahkan orang lain, lebih baik intropeksi terlebih dahulu, apa yang salah, apa yang kurang selama ini.
          Dan …. Yakinlah setiap keluarga tidak hanya berdampin dengan masalahnya masing-masing, tapi disisinya juga ada penyelesaiannya masing-masing. Setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, karena Tuhan memang menciptakan semua hal dengan berpasang-pasangan. Agar manusia banyak belajar dari situ. Ada hitam, ada putih. Ada wanita, ada laki-laki. Ada sahabat, ada musuh. Ada kiai, ada pelacur. Ada orang jenius, ada orang down sindrom. Ada kalah, ada menang. Ada siang, ada malam. Ada salah, ada benar. Ada cinta, ada benci. ada kebersamaan, ada kesepian. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada hidup, ada mati. Itu semua diciptakan Tuhan bukan tanpa sebab, tak lain adalah agar manusia menghargai sebuah senyum, ketika sudah merasakan tangis, mensyukuri kekayaan karena ada kemiskinan. Adanya pelacur membuat manusia belajar tetang menghargai diri sendiri. Adanya kehilangan agar manusia belajar arti sebuah kepemilikan.

“kenapa orang2 baik sering kali hidupnya sengsara dan ga kaya? Karena Tuhan tahu kadar mereka, bisa jadi dalam kondisi itulah mereka lebih dapat mensyukuri hidupnya, dan bisa jadi ketika Tuhan memberikan kesenangan pada mereka, mereka akan lupa hakikat hidup, dan arti kesyukuran. Tuhan ingin memberikan pelajaran yang banyak dari kesyukuran itu daripada hanya menganugerahi banyak kesenangan tanpa banyak pelajaran (Mario teguh)”

“Kalau kita mau sedikit saja merenung, ternyata banyak keajaiban Tuhan di dunia ini maupun diantara kehidupan kita. Jika saja kita mau, Dia selalu menunjukkan betapa Dia Maha Penyayang, (nayla en-najma)
“Tuhan….dengan cara-Nya sendiri yang unik, memperbaiki semua yang retak, (DhieFie Syahida)”

“boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (al-Baqarah:216)”

Memory @eidelwis Yogyakarta, 22 November 2012
Dedicate for my friend
Octavian Muning Sayekti
By
Dhie Fie Syahida

Kamis, 18 Oktober 2012

perubahan

ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
aku bermimpi ingin mengubah dunia
seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
kudapati bahwa....
dunia tak kunjung berubah

maka cita-cita itu pun aku persempit
lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku
namun nampaknya...
hasrat itu tiada hasilnya

ketika usiaku semakin senja
dengan semangat yang masih tersisa
kuputuskan untuk mengubah keluargaku
tetapi celakanya....
mereka pun tiada mau diubah

dan kini
sementara aku terbaring saat ajal menjelang
tiba-tiba kusadari....

"andaikan yang pertama-tama aku ubah adalah diriku
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
mungkin aku bisa mengubah keluargaku
lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku
kemudian siapa tahu
aku bahkan bisa mengubah dunia"

author unknown

"...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." [Q.S. ar-Ra'd 13:11]

dia.... adalah ibu bagi anak2nya

“Kesaktian kasih ibu”

Seorang ibu adalah yang tak pernah berhenti memikirkan anak-anaknya. Dalam sehatnya, dalam sakitnya.  seorang ibu tetap menanyakan anak-anaknya, Bagaimana kehidupannya, bagaimana usahanya, bagaimana ibadahnya, ibu terus mengawasi  perkembangan anak-anaknya, tak peduli sudah berkeluarga atau belum.
Sakitnya ibu adalah sakitnya anak-anak, kabar sakitnya ibu menyesakkan dada anak-anaknya. Meninggalkan semua pekerjaan untuk melihat kondisi ibu tersayang. Untuk sesaat ibu merasa bahagia melihat semua anak-anaknya berada disampingnya. Dalam sakitnya ibu kembali menanyakan tentang kehidupan anak-anaknya. Untuk sejenak karena sakitnya ibu, anak-anaknya baru bisa mengusahakan pulang, untuk sesaat karena sakitnya membuat anak-anaknya mengingat ibu, karena sakitnya membuat anak-anak untuk berbakti, dan karena sakitnya...... kenapa ibu harus sakit dulu demi melihat anak-anaknya....., kenapa karena sakitnya???
Namun dalam sakitnya, di sepertiga malam, dalam tahajudnya ibu menyebut nama anak-anaknya satu persatu. Dalam do’a panjang yang berbalut dinginnya malam yang menusuk tulang, ibu pun tetap memohon pada Yang Kuasa untuk kebaikan anak-anaknya.
Ibu  yang tak pernah berhenti memikirkan anak-anaknya, ibu yang selalu mengusahakan kehidupan yang baik untuk anak-anaknya, ibu yang selalu ada buat anak-anaknya, ibu yang selalu menyembunyikan tangisnya di hadapan anak-anaknya, ibu yang selalu tegar demi anak-anaknya, ibu yang selalu mampu berdiri mengdampingi kepincangan anak-anknya, ibu yang selalu membela anak-anaknya.
Demi Tuhan...... ia adalah seorang ibu yang selalu ada untuk anak-anaknya. Kasihnya yang tak pernah usang meski ditelan umur.
Maafkan kami bu, yang baru sedikit berbakti padamu......
Yogyakarta, 1 oktober 2012
Hari kesaktian pancasila  (hari kesaktian kasih ibu)
Dedicate for my mother
By
Dhie Fie Sayhida


“Ibuku superheroku”

Sedingin es dimusim salju
Tanpa cahaya menerangi bumi
Dingin menyelimuti hariku
Tungku perapian tak bisa buatku hangat
Namun pelukan ibu…..
Laksana surya menyinari alam
Aku tak perlu selimut ataupun perapian
Kehangatannya selalu kurasa
Meski dia jauh, aku jauh
Pancaran kasihmu tak pernah jauh
Ibu……begitu tegar
Melabihi karang yang selalu dihempas ombak
Lautan maafmu…..
Tak bisa ku analogikan

Tangisku adalah senandung bagimu
Senyumku adalah ceriamu
Pesona cleopatra memudar
Saat engkau berdiri pada dunia
Dan…..Saat kubayangkan parasmu
Lebih indah dan sejuk
Dibanding lukisan nyata
Pelangi dan langit biru
Cinta kasihmu……
Kekuatan asaku melangkah

Superman, batman, spiderman
Aku tak butuh mereka
Karena ibu-ku, super hero-ku

by

Dhie_Fie Syahida



dia adalah temanku

“Hadapi bukan hindari”

Tentang sebuah mimpi yang masih tersigap dalam ingatanku. Bahwa semua itu ada dalam hidupku namun belum menjadi nyata. Tentang sebuah mimpi yang masih berliku jalannya untuk kutempuh, tersandung, dan kadang kala berujung pada kebuntuan, berbalik arah menjadi jalan yang harus kupilih karena tembok di depan terlalu tinggi untuk kuloncati, terlalu keras untuk ku hancurkan. Memutar arah, berarti butuh waktu untuk kembali  kejalan tadi dan mencari jalan yang lain.
Ini ada sebuah kesalahan tentang sebuah mimpi yang kususun dalam satu jalan saja. Kerikil, batu, berlikunya jalan, tanjakan dan kebuntuan tak pernah kuperhitungkan sebelumnya, karena aku hanya tau berjalan dan berjalan. Hingga akhirnya aku sering terjatuh dan terjatuh.
Tentang sebuah mimpi yang kini mulai usang dalam ingatanku...... mulai tidak mengerti bagaimana harus berjalan lagi di jalan itu. “ah..... biar saja aku berhenti disini”, selalu ada suara-suara yang berusaha mematahkan kakiku untuk berjalan. Dan aku pun lelah untuk mendengar suara-suara itu, hingga kuputuskan menutup telingaku rapat-rapat, tp ternyata tak pelak dari telingaku, hingga suara itu menggema dan tersimpan dalam ingatanku. Seolah seperti hantu yang selalu mengikutiku.
Salah..... salah.... harusnya aku tak sekedar menutup telinga, harusnya aku menutup mulut-mulut mereka juga. Menutup mulut mereka dengan sebuah penyelesaian yang baik bukan hanya sekedar menghindari, menyelesaikan apa yang mereka perbincangkan tentang kepincanganku. tak ada pilihan lain untuk menutup mulut mereka adalah dengan aku sembuh dari kepincanganku. Dan kembali melangkah di jalan yang telah kususun kembali, bukan hanya satu arah, tapi banyak cabang di sana, cabang-cabang yang menghubungkan antara mimpi-mimpiku dan tujuanku. Jika nanti jalanku buntu diujung, maka aku punya persimpangan agar aku berbelok arah, bukan berbalik arah dan takan pernah lagi kutemui kebuntuan di jalan mimpiku.
Namun suara-suara mereka akan selalu muncul dalam setiap perjalananku, tapi kini aku tak pernah menganggapnya serius, itu hanya batu loncatan ketika aku harus menaiki sebuah tangga, tangga-tangga keberhasilan tentunya.
Masih tentang sebuah mimpi yang kini mulai ada pencerah. Dan akan kusambut itu dengan senyuman untuk menyumbat perbincangan mereka dari kepincanganku......
Ternyata dengan tak lagi pincang suara itu mereda....
Dengan selesainya tugasku, suara itupun telah menghilang...
Dan akhirnya dengan senyuman, ku songsong masa depanku......

“kepincanganku harus kuselesaikan sendiri dengan bijak”
“Bukan menutup telingaku, tapi menutup mulut mereka dengan kerja kerasku”
“Bukan menghindari, tapi menghadapi”
“Bukan hanya satu arah, tapi banyak arah”
“Bukan hanya untuk disimpan sendiri, tapi untuk orang lain”
“Bukan hanya satu teman, tapi banyak teman”
“Dari semua itu hanya ada yang benar-banar satu...... it’s my God”

@eidelwis yogyakarta, 26 september 2012
Dedicate for my self and my friends Asniyah Naila Sariy n  Nur Faizah
By
Dhie Fie Syahida


Selasa, 18 September 2012

sandaran hati (Letto)

yakinkah ku berdiri di hampa tanpa tepi
bolehkah aku, mendengarMu
terkubur dalam emosi
tanpa bisa bersembunyi
aku dan nafasku merindukanMu
terpuruk ku di sini, teraniaya sepi
dan ku tahu pasti Kau menemani
dalam hidupku, kesendirianku
teringat ku teringat
pada janjiMu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli ku peduli
siang dan malam yang berganti
sedihku ini tak ada arti
jika Kaulah sandaran hati
kaulah sandaran hati
sandaran hati
inikah yang Kau mau
benarkah ini jalanMu
hanyalah Engkau yang ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arah
tanpa hadirMu
dalam gelapnya malam hariku


 " Tuhan..... jika ini memang jalanMu yang harus kutempuh, akan kulangkahkan perjalanan hidup ini untuk menujuMu, sakit dan jatuhnya aku adalah kehendakmu, pun kesenangan dan kesuksesanku juga kehendakMu..... bimbinglah aku Tuhan dalam proses perjalanan hidupku ini.......... ^_^ " thx my God



yogyakarta 18 september 2012
by
Dhie Fie Syahida

Sabtu, 11 Agustus 2012

secangkir bintang......

Diusiaku yang masih kecil, kehijuaan alam terasa sangat dekat, ia menumpahkan ceriaku dalam sebentuk keindahan yang natural. Angin pagi yang menggodaku setiap pagi seolah mengajakku untuk segera bergegas menyambut cahaya mentari yang mulai menerobos celah ranting dan daun yang masih menyisakan embun bening diunjungnya. Titik-titik embun itupun mulai menjatuhkan dirinya ke tanah kering untuk sedikit mengobati dahaga sambil menunggu hujan benar-benar membasahinya. Suara deburan ombak pantai memecahkan keheningan pagi, ia adalah musik penyemangat dalam sepi. Kuncup bunga-bunga di taman pun mulai bermekaran menatap mengikuti laju putaran matahari, paduan warna-warninya semanis permen lollipop pemberian ayah. Ya………… sayang sekali kalau harmoni pagi terlewatkan hanya dengan ekspresi yang datar. Dan…………. Akhirnya kuawali pagiku yang menakjubkan ini dengan senyum simetri…………….
    Perlahan matahari mulai meninggi, peluhku pun menetes dalam teriknya, perlahan menguras energi semangat pagi. Alam mulai disusupi suara bising kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik, polusi udara kini mulai menyesakkan dadaku. Kesejukan hembusan angin selalu kuharapkan menghapus peluhku, seiring kulihat awan putih yang bergelombol membentuk suatu gambaran abstrak dan terus berjalan terbawa angin lalu menghilang. Tajamnya  biru yang memenuhi langit membuatku jatuh cinta padanya, pada warna yang memberi keindahan hati ditengah panasnya siang yang menggeliat. Sentuhan biru langit adalah lukisan nyata yang sama sekali berbeda dengan hijaunya alam.
    Merasakan tekanan udara sore dalam genggaman tangan yang kurasakan lewat benang layang-layang seolah membuatku ikut menari-nari dalam irama gerak angin yang teratur. Perlahan mataharipun siap bersembunyi menutup hari, birunya langit terbias dalam rona merah langit sore. Burung-burung mulai pulang keperaduan. Matahari pun akhirnya dengan sempurnya menutuh indahnya hari,…. WOU…….UOW………. sunggung harmoni alam yang sanggup menghipnotis mata, mendiamkan kata, dan membisukan suara manusia. Bagiku inilah keindahan hidup dalam terangnya siang di bawah matahari tanpa kelabunya langit.
    Diusiaku yang beranjak dewasa, keheningan malam merasuk dalam sepinya hati dari saing. Kelip kunang di taman mengganti warna-warni bunga yang kembali kuncup, remang sinar bulan menyejukkan mata dari silaunya matahari siang. Seperti kedip mata yang merayu, kerlip bintang menggodaku nikmati suasana malam, kerlipnya seolah beririgan dengan gemericik air sungai. Rasi bintang-bintang mencuri perhatianku dari semua keindahan yang ada. Simbol segi lima yang bersinar memenuhi langit malam, memaksa mataku untuk tidak ingin terpejam. Melihat bintang dengan lebih dekat selalu menjadi mimpiku, bintang yang mampu memanjakan rasa lelahku, bintang pun telah mengingatkanku tentang harapan ayah padaku. Secangkir bintang dalam dahaga kerinduan tentang ayah menjadi pelipur dalam laraku. Dan semakin ingin ku lihat bintang lebih dekat………….. hmm….. itu bintang atau kamu yang ingin kulihat lebih dekap, itu bintang atau kamu yang ingin kugapai, itu bintang atau kamu yang kadang muncul dalam gerimis, itu bintang atau kamu yang menyimpan aura ayah, itu bintang atau kamu yang bersinar di waktu malam……. Itu bintang atau kamu…………..
    Masih dalam usiaku yang beranjak dewasa, ketika kubisa melihat bintang lebih dekat, ketika kugapai bintang itu, ketika kurasakan keberadaan aura ayah pada kerlip bintang, dan ketika mimpi itu jadi nyata dihidupku, ternyata semua salah dan tak seindah mata memandang, tak seindah hati merasakan…………. Bahwa yang benar adalah bahwa bintang itu hanya indah bila dilihat dari jauh, tidak dari dekat, tidak untuk dimiliki………. Bahwa bintang itu hanya indah jika dilangit, tidak dibumi. Bahwa ada jarak menjadikan bintang itu indah, dan…….tidak selamanya dekat itu indah.

Kausalitas

Senja sore ini langit begitu merah merayu….. memanjakan rasa lelah setelah sehari beraktivitas. Tidak heran seorang perempuan paruh baya men...