Rabu, 05 Desember 2018
Lupa Bersyukur Kawan….?
Suatu hari seorang bayi lahir ke dunia ini, bersamanya ada sebuah bekal potensi yang akan terus berkembang selama hidup di dunia, dengan semua ketersedian fasilitas yang sangat memadai.
Awal hidupnya di dunia, samar terdengar suara yang melantunkan asma-Nya, seorang lelaki dengan air mata haru yang terurai di pipinya, dialah ayah sosok pertama yang mengingatkan tentang perjanjian agung yang pernah dibuat antara Tuhan dengannya sewaktu di rahim ibu. Meski selalu saja perjanjian itu terlupakan, dan selalu saja ada ayah, ibu, saudara, teman, guru, atau entah siapapun itu yang mengingatkan kembali tentang perjanjian agung itu. Selama lantunan itu terus berdengung di telingan kanan dan kirinya, bayi itu tak berhenti menangis, mungkin cuma seorang bayi yang memahami kemahabesaran-Nya, mungkin kecemasan tak tertandingi yang dirasakan bayi itu. Dan dengan sentuhan lembut ibu, bayi itu mulai tenang, dia minum dari ibu, mendapatkan suapan pertama juga dari ibu. Begitulah Tuhan menjaga seorang bayi yang baru lahir, disampingnya ada ayah yang siap mendidiknya, ada sesosok ibu yang selalu siap menghapus air matanya. Setiap bayi mendapat bagian dari kasih sayang-Nya, bayi itu termasuk aku, kamu, dia, mereka, kalian, dan semua manusia. Nikmat pertama yang kita dapat adalah kondisi keluarga kita, menangis, tertawa, sedih, bahagia, cemas, tersenyum, kaya, miskin, semangat, putus asa, meraih kesuksesan, kegagalan, kehilangan, berkelahi, beda pendapat, bercanda, cinta, rindu, apapun itu keluarga menjadi tempat mengeluh dan berbagi. Dengan kelengkapan itu semua terkadang manusia lupa dengan Tuhan, padalah semua rasa itu adalah pemberian Tuhan. Kemanakah kita selama itu? Sudahkah kita berterimaksih pada-Nya.
Sumber: http://www.mirifica.net/
Beranjak dewasa ketika manusia sudah mampu berbicara, membaca, mendengar,dan menulis. banyak kata yang keluar darinya, mulai hal yang sederhana sampai pada hal yang kompleks, mulai dari berbicara harian, curhat dengan teman, mengeluh kepada keluarga, berdo’a kepada Tuhan, orasi, ceramah,presentasi, mengajar dikelas, mengomentari pertandingan bola. Namun didalam itu semua manusia sering tidak mengerti bagaimana proser sebuah bunyi itu keluar dari mulut. pita suara bergetar dengan sebuah kontrol yang tidak kita mengerti, lidah menekuk atau melentur ditempat yang sudah semestinya, tekanan udaran yang kita keluarkan dari mutut, sengau hidung yang tidak menghambat keluarnya bunyi, hanya untuk satu huruf saja membutuhkan proses yang begitu rumit. Ketika manusia mampu mendengar, menikmati lantunan musik, melihat pertunjukkan drama dan banyak hal lain yang sering didengar oleh telinga manusia, terkadang kita kagum dengan suara indah sang penyanyi, terpukau dengan ucapan bijak sang penyair. Ya seperti itulah manusia selalu mengagumi apa yang ditulis, dibaca, didengar, dan di ucapkan, tapi sering kali lupa untuk mengagumi bahwa kita bisa menulis, membaca, mendengar, dan berbicara. Begitulah Tuhan memberi nikmat pada manusia dengan membekali keempat kemampuan berbahasa itu untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Hmm…. Sekarang mari kita lihat pada kehidupan dunia, anda pasti mengetahui Thomas Alfa Adison, seluruh dunia berterimaksih atas penemuan bola lampunya, mengagung-agungkan namanya, dalam sains jasanya takan pernah terlupakan, manusia tinggal membayar listrik tiap bulannya untuk menikmati hasil penemuan Adison. Namun pernahkan kita mengucapkan terimakasih atas penciptaan matahari untuk kehidupan kita? Indahnya bumi bisa kita nikmati dengan adanya sinar matahari, Dia menciptakan bola lampu yang sangat besar untuk manusia, tanpa harus bayar, tanpa pernah mati, matahari juga dilengkapi dengan suhu panas untuh menunjang kehidupan manusia. Belum lagi penemu-penemu lain yang kita kagumi seperti Einsten, Charles Darwin, James Watt, Alexander Graham Bell, Galio Galilie, dan entah siapa lagi yang mendapatkan perhargaan dari manusia atas jasanya. Pencerahan bijak dari Plato, Aristoteles, Socrates yang menjadi dasar pijakan perkembangan ilmu pengetahuan. Di dalam itu semua manusia terhanyut dengan kesombongannya dan salah menempatkan ketundukannya pada ilmu, bukan pada sumber ilmu yang sesungguhnya, Al ‘Aliim.
Sumber: https://www.liputan6.com
baca juga tulisan Mencoba Kereta Diesel Rangkas Merak untuk melihat perkambangan revolusi kendaraan darat, dan situasinya
Kemudian dalam pertanian manusia selalu bangga dengan bibit unggul hasil pencangkokkan atau perkawinan yang bisa berbuah lebat dan manis, para petani bersuka cita atas panen yang berlimpah. Namum pernahkah kita berfikir siapa yang mengatur itu semua untuk kesejahteraan manusia? Bagaimana bisa mangga dalam satu pohon bisa berlainan warna, berlainan rasa, manis, masam, hambar, mampukah manusia mengatur itu sendiri? Lalu kemanakah selama ini nikmat ini kita sandarkan?
Begitu banyak nikmat Tuhan pada kita, sejak kita lahir kedunia sampai nantinya kita mati, tak peduli manusia lupa bersyukur atau tidak, Tuhan selalu menyediakan pangan untuk kita, menundukkan laut untuk kita ambil rizkinya. Bahkan binatang melatapun Dialah yang memberi rizki, lalu bagaimana manusia bisa protes atas kekurangan rizki dari-Nya.
Nikmat diberi keluarga yang selalu mendukung kita, diberi teman yang member warna pada kita. Nikmat untuk berekspresi mengungkapkan rasa sedih, bahagia, cemas, takut, senang, dan ekspresi lain yang terkadang kita tak mampu mengungkapkan dengan kata-kata. Nikmat matahari, bulan, bumi, angin. Nikmat potensi manusia. Dan nikmat kehidupan lain yang takan pernah cukup kita tulis. Dan pertanyaan sederhananya adalah mampukah manusia mendustakan nikmat Tuhan? فبايّ ءالآء ربّكما تكذّبان bahkan Tuhan menyebutkan ayat tersebut berkali-kali dalam surat Ar-Rahman, dalam ayat ke 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77. Ya tidak cukup satu kali Tuhan mempertanyakan itu pada manusia. Begitu tersumbatkah hati dan pikiran manusia hingga berkali-kali diperingatkan?
Dalam sebuah perumpamaan menyebutkan bahwa perbandingan antara rasa syukur manusia dengan nikmat yang diberikan Tuhan adalah rasa syukur manusia itu baru setetes air dilaut, dan nikmat Tuhan adalah sebanyak lautnya.
Catatan ini bukanlah untuk membela Allah, karena Allah tidak perlu dibela. Juga bukan untuk mengagungkan Tuhan, karena Tuhan dengan sendirinya Maha Agung, tak perlu pengagungan dari manusia, dan takan berkurang keagungan-Nya jika kamu tidak mengagungkan-Nya. Bukan Allah yang membutuhkan manusia, tapi manusia yang membutuhkan Allah, bukan Allah yang membutuhkan pengagunganmu, tapi kamu yang butuh mengagungkan-Nya. Bukan Tuhan yang butuh rasa syukurmu, tapi kamulah yang membutuhkan untuk bersyukur pada Allah.
Sumber: https://www.flickr.com
Minggu, 02 Desember 2018
dia.,,, karena dia adalah temanku “Hadapi bukan hindari”
Rabu, 05 September 2018
Mempererat Keberagaman Bangsa melalui Bahasa
Keberagaman bangsa Indonesia tidak dapat dipungkiri. Beraneka suku, budaya, agama, ras, dan bahasa menjadi identitas nasional yang dimiliki bangsa Indonesia. Keberagaman ini yang memunculkan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua. Namun, dalam kurun waktu belakangan ini isu keretakan bangsa timbul justru dari keberagaman ini. Konflik muncul karena perbedaan budaya, agama, ras, dan lain-lain. Sejumlah peristiwa mewarnai media massa yang memicu konflik berkepanjangan serta mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu contohnya adalah peristiwa penghinaan yang dilakukan oleh pejabat dari salah satu etnis tertentu pada agama lain. Permasalahan ini berkembang menjadi isu politik yang berpotensi memecah keutuhan bangsa.
Berbicara keutuhan bangsa, tanggung jawab ini tidak hanya dipikul oleh pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat. Namun melihat usia produktif manusia, maka anak-anak dan orang lanjut usia tidak bisa mengemban tugas ini. Maka tugas ini bertumpu pada para pemuda. Semangat pemuda-pemudi Indonesia inilah yang mampu mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Mari kita lihat peran pemuda dalam perjalanan bangsa ini. Tahun 1928 masih dalam masa penjajahan. Para pemuda tergerak dan bertekad untuk mendeklarasikan “Sumpah Pemuda”. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme. seluruh pemuda perlu bersatu untuk mengusir penjajah. Salah satu isi teks sumpah pemuda adalah “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Coba bayangkan kondisi psikologis pemuda saat itu? Pemuda dari suku Jawa yang mayoritas, kenapa mereka tidak memaksa bahasa Jawa menjadi bahasa persatuan? Pemuda dari Sunda, Melayu, Ambon, dan berbagai pemuda dari sukunya masing-masing, kenapa mereka tidak saling memaksakan bahasa daerah masing-masing untuk jadi bahasa nasional? Mereka saling menurunkan ego kesukuan mereka demi persatuan bangsa.
Peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 menjadi momentum peresmian kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Para pemuda dari berbagai suku bangsa dan budaya secara sadar menanggalkan bahasa daerahnya dan mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal tersebut merupakan kesadaran berbangsa yang patut diteladani, karena para pemuda mau menghilangkan sekat perbedaan etnis. Inilah yang menjadi cikal bakal perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, ini merupakan unsur ketiga dari isi sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Merupakan penyataan tekad bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Tahun 1928 inilah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa Nasional. Penggunaan bahasa Indonesia dapat memupuk rasa kesatuan dan persatuan bangsa dari beragam etnis. Bahasa Indonesia hadir di tengah ratusan bahasa daerah tidak menimbulkan sentimen negatif antar etnis yang menggunakannya. Kehadiran bahasa Indonesia justru dianggap sebagai pelindung sentimen kedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan.
Sebagai alat untuk menyatukan berbagai suku yang memiliki latar belakang yang beragam dan bahasa masing-masing, bahasa Indonesia dapat menyerasikan dan menyelaraskan hidup bangsa yang bersatu tanpa meninggalkan identitas kesukuan dan kesetian pada nilai-nilai sosial budaya. Bahkan lebih dari itu, dengan bahasa Indonesia kepentingan nasional diletakkan di atas kepentingan daerah dan golongan.
Latar belakang sosial budaya dan bahasa yang beragam sangat berpotensi menghambat hubungan antardaerah dan antarbudaya. Tetapi dengan hadirnya bahasa Indonesia, suku yang satu dapat berhubungan dengan suku yang lain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Setiap orang Indonesia apapun latar belakang suku dan budayanya dapat bepergian ke pelosok nusantara dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Dengan demikian bahasa Indonesia telah menjalankan fungsinya sebagai bahasa persatuan
Bahasa Indonesia dalam pembangunan nasional memiliki peran penting. Dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, masyarakat menggunakan bahasa Indonesia berdamping dengan bahasa daerah sebagai alat komunikasi yang efektif. Bahasa Indonesia telah mampu digunakan sebagai wahana atau piranti untuk membangun kesepahaman, kesepakatan, dan membangun persepsi yang sama demi kelancaran dan pembangunan masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
Bahasa Indonesia dalam perkembangannya telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun bahasa resmi negara. Gejolak yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa, bukanlah bersumber dari bahasa Indonesia. Justru hingga kini, bahasa Indonesia menjadi perisai pemersatu.
Sebagai pemuda penerus bangsa di era sekarang haruslah kita bijak dalam memaknai ulang peristiwa sumpah pemuda, terutama terkait dengan bahasa. Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi, dengan bahasa kita bisa bersatu, dengan bahasa pula kita mampu berjuang lewat tulisan maupun lisan. Sebagai pemuda jangan pernah lupa bahwa “Bahasa menunjukkan bangsa”
Selasa, 19 September 2017
RPS Bahasa Indonesia
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
|
Universitas
|
:
|
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
|
|
Fakultas
|
:
|
Ekonomi dan Bisnis Islam
|
|
Jurusan
|
:
|
Ekonomi Syariah
|
|
Program Studi
|
:
|
|
|
Mata Kuliah
|
:
|
Bahasa Indonesia
|
|
Bobot/Sks
|
:
|
2 Sks
|
|
Kode Mata Kuliah
|
:
|
|
|
Sifat
|
:
|
Wajib
|
|
Pra-Syarat
|
:
|
|
|
Semester
|
:
|
Gasal, 2017/2018
|
|
Periode
Kuliah
|
:
|
Agustus 2017- Januari 2018
|
|
Jumlah Pertemuan tatap muka
|
:
|
16 Kali, @ 100 Menit
|
|
Jadwal
Kuliah
|
:
|
Senin, 07.30-09.10, 09.10-10.50, 12.30-14.10, 14.10-15.50
Selasa, 07.30-09.10, 09.10-10.50
Jumat, 07.30-09.10, 09.10-10.50
|
|
Ruang
|
:
|
|
|
Dosen Pengampu
|
:
|
Di’amah Fitriyyah. M. Pd
|
|
|
|
|
A.
TUJUAN
Mata kuliah
Bahasa Indonesia ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada
mahasiswa tentang dunia kebahasaan dalam ruang lingkup ilmiah. Di samping itu
juga, mahasiswa diberikan pengetahuan dan latihan tentang kemampuan menulis dan
berbicara sesuai dengan kaidah dan situasinya. Setelah mengikuti mata kuliah
ini diharapkan mahasiswa mampu mengetahui seluk-beluk bahasa yang digunakan
sehari-hari serta mampu menulis karya tulis ilmiah dan berbicara di depan umum
yang bersifat akademik.
Di sisi lain,
mahasiswa juga diharapkan mampu mengenali sejarah dan perkembangan bahasa
Indonesia, ejaan, menulis paragraf, menulis esai, daftar pustaka, kutipan, dan
diksi atau pilihan kata.
B.
DESKRIPSI
Bahasa Indonesia
merupakan mata kuliah dasar yang wajib diikuti oleh mahasiswa Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Mata kuliah ini merupakan
mata kuliah dasar yang sekarang disebut MPK yang ditujukan untuk mengembangkan
aspek kepribadian mahasiswa sebagai individu dan masyarakat.
Mata kuliah ini
membahas (1) sejarah, fungsi, dan kedudukan bahasa Indonesia, (2) ejaan yang
disempurnakan, (3) kalimat efektif, (4) paragraf dan jenis-jenisnya, (5)
menulis paragraf, (6) makna kata (7) kutipan, (8) daftar pustaka, (9) diksi
atau pilihan kata, (10) jenis-jenis tulisan, dan (11) berbicara akademik.
Adapun indikator
keberhasilan perkuliahan ini dilihat dari tugas-tugas mahasiswa baik individu
maupun kelompok. Dalam aspek menulis dapat dilihat dari tugas mahasiswa yang
meliputi: (1) menulis paragraf, (3) praktik menulis kutipan, (4) praktik
menulis daftar pustaka, dan (5) menulis artikel. Indikator pada aspek berbicara
dapat dilihat pada saat mahasiswa berkomunikasi selama proses pembelajaran,
serta saat menjelaskan isi artikel, maupun saat berdiskusi. Indikator pada
aspek kognitif (pengetahuan) dilihat dari hasil mid/uas yang mencakup materi
C.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI (PROGRAM LEARNING OUTCOME)
1. Mampu memahami aturan penulisan sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta memahami aturan berbicara akademik.
2. Mampu menerapkan aturan penulisan sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam karya ilmiah, serta mampu
berbicara secara akademik.
D.
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (COURSES
LEARNING OUTCOME)
1.
Mampu
menjelaskan sejarah,
kedudukan, ragam, dan fungsi bahasa Indonesia
2.
Mampu
menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
3.
Mampu
menggunakan kalimat
efektif
4.
Mampu menulis paragraf
dan jenis-jenisnya
5.
Mampu memahami
makna kata
6.
Mampu
menulis kutipan
7.
Mampu
menulis daftar pustaka
8.
Mampu menjelaskan diksi dan pilihan kata
9.
Mampu
memakai penggunaan bahasa
10.
Mampu
membuat topik tulisan dan menulis dalam kerangka karangan
11.
Mampu
menerapkan berbicara
akademik (Public Speaking)
E.
BAHAN/SUBSTANSI KAJIAN
1.
Sejarah,
kedudukan, ragam, dan fungsi bahasa Indonesia
2.
Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD)
3.
Kalimat
efektif
4.
Paragraf
dan jenis-jenisnya
5.
Makna
kata
6.
Kutipan
7.
Daftar
pustaka
8.
Diksi
dan pilihan kata
9.
Penggunaan
bahasa
10.
Topik
tulisan dan menulis dalam kerangka karangan
11.
Berbicara
akademik (Public Speaking)
F.
STRATEGI (KEGIATAN PEMBELAJARAN)
Pembelajaran
akan dilakukan dengan strategi student active learning. Dosen akan
mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk
aktif mencari dan menemukan berbagai konsep yang harus dikuasai. Untuk
memenuhi kondisi tersebut, ada 4 kegiatan
utama yang akan dilaksanakan dalam perkuliahan:
1. Presentasi (penyajian) materi oleh dosen. Dosen mempresentasikan materi
di 2-3 kali pertemuan pertama.
Materi yang
dipresentasikan adalah kontrak kuliah, garis besar keseluruhan konsep/materi
yang akan dipelajari dalam satu semester. Pembagian tugas (individu dan kelompok) juga
diinformasikan dan disepakati pada pertemuan ke-1 sampai dengan ke-2..
Pada setiap diskusi kelas dosen juga mempunyai kewajiban untuk menyajikan
paparan sebagai klarifikasi dan
sekaligus penguatan terhadap konsep/materi yang dibahas dalam
diskusi kelas.
2. Penugasan. mencakup penugasan membuat artikel dan resume
3. Diskusi kelas. Setiap kelompok mendapat kesempatan
untuk presentasi hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas. Pada setiap akhir
diskusi kelas, dosen harus memberikan presentasi untuk mengklarifikasi materi
yang dibahas dalam diskusi.
4. Teleconferences. Pada saat perkuliahan tatap muka
tidak dapat dilangsungkan karena suatu alasan. Pembelajaran dapat dilakukan
melalui pembelajaran jarak jauh,
G.
TAGIHAN
Ada 3 tugas (sebagai tagihan) yang harus dikerjakan dan diserahkan oleh
mahasiswa, selama mengikuti perkuliahan, yaitu:
1. Membuat
artikel atau esay. Setiap mahasiswa diwajibkan membuat topik tulisan
dan menulis artikel atau esay.
2. Membuat resume/tugas tulis.
Setiap mahasiswa diwajibkan
membuat ringkasan materi tiap pertemuan.
3. Membuat
penilaian presentasi. Pada setiap presentasi setiap kelompok membuat
penilaian penyajian presentasi dengan format yang sudah disediakan.
H.
PENILAIAN
Aspek-aspek yang akan dinilai
untuk menentukan nilai akhir dalam perkuliahan adalah:
1.
Tugas membuat artikel/esay
kelompok 15%
2.
Performance presentasi 15%
3.
Ujian tengah semester 15%
4.
Ujian akhir semester 20%
5.
Tugas resume 25%
6.
Kehadiran 10%
I.
PERATURAN (TATA TERTIB)
1.
Mahasiswa hadir dalam perkuliahan
tatap muka minimal 80% dari jumlah pertemuan ideal. Setiap mahasiswa harus
aktif dan partisipatif
dalam perkuliahan.
2.
Dosen dan Mahasiswa tiba di kelas
tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditetapkan/disepakati.
3.
Ada pemberitahuan jika tidak
hadir dalam perkuliahan tatap muka.
4.
Selama perkuliahan berlangsung,
HP dalam posisi off atau silent.
5.
Meminta izin (dengan
cara mengangkat tangan)
jika ingin berbicara, bertanya, menjawab, meninggalkan kelas atau
keperluan lain.
6.
Saling menghargai dan tidak
membuat kegaduhan/gangguan/kerusakan dalam kelas.
7.
Tidak boleh ada plagiat dan
bentuk-bentuk pelanggaran norma lainnya.
8.
Mahasiswa wajib mematuhi
semua aturan fakultas dan universitas.
J.
SUMBER (REFERENSI)
1.
Uyu Mua’awwamah. 2015. Bahasa Indonesia 1. Depok: Madani
Publishing
2.
Ainia Prihantini. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta: B First
3.
Finoza,
Lamuddin. 2003. Komposisi Bahasa
Indonesia untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa.
Jakarta: Diksi Insan Mulia
4.
Alex
dan Achmad H.P. 2011. Bahasa Indonesia
untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana
5.
Sugihastuti & Siti Saudah. 2016. Buku Ajar Bahasa Indonesia
Akademik. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
6.
Khaerudin Kurniawan. 2016. Bahasa Indonesia Keilmuan untuk Perguruan
Tinggi. Bandung. PT Refika Aditama
7.
Yushinta Eka Farida.2016. Buku Ajar Bahasa Indonesia Perguruan
Tinggi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
8.
Dalman. 2015. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta. PT Raja Grafindo
Persada
9.
10.
Ida Bagus Putrayasa. 2010. Kalimat Efektif (Diksi, Struktur, dan
Logika). Bandung: PT Refika Aditama
11.
Akhadiah, S.dkk. 1997.
Pembinaan Keterampilan MenulisBahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
12.
Alwi, dkk.2003. tata
bahasa baku bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustakass.
13.
Arifin. 2002. Dasar-dasar
Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
14.
Gorys Keraf. 1996. Tata
Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah
15.
Pusat Bahasa. 2001.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta
16.
Referensi lain yang
relevan.
Serang,
9 Agustus 2017
Dosen
Pengampu,
Di’amah
Fitriyyah, M. Pd
NIP:
19870306 201503 2 003
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
|
Pert.ke
(tgl.)
|
Capaian Pembelajaran
|
Substansi Kajian
(materi)
|
Kegiatan
(Strategi/metode)
|
Indikator
|
Alokasi waktu
|
Sumber dan Media
|
Tagihan/
Penilaian
|
|
1
Tgl......
|
Mahasiswa memiliki pemahaman
tentang tujuan, ruang lingkup materi, strategi dan evaluasi perkuliahan
(memahami dan menyepakati kontrak kuliah).
|
Kontrak
dan orientasi perkuliahan:
membahas tujuan, materi,
strategi, sumber dan evaluasi, tugas dan tagihan dalam perkuliahan.
|
Dosen menyajikan dan
mendiskusikan kontrak kuliah (RPS) bersama mahasiswa.
RPS dishare kepada mahasiswa.
Membagi dan menyepakati tugas.
|
1.
Mendeskrispikan komponen-komponen RPS
2.
Mendeskripsikan Satuan Acara Perkuliahan
3.
Menganalisis kontrak perkuliahan
4.
Menyetujui kontrak perkuliahan
|
100
|
·
RPS.
·
Laptop, LCD
·
Literatur yang akan digunakan
|
|
|
2
Tgl......
|
Mampu menjelaskan sejarah, kedudukan, ragam, dan fungsi bahasa
Indonesia
|
Sejarah,
Kedudukan, ragam, dan
Fungsi Bahasa Indonesia
|
Interactive
lecturing, diskusi, dan Tanya jawab
|
1. Menjelaskan sejarah bahasa Indonesia
2. Menjelaskan kedudukan, ragam, dan fungsi bahasa
Indonesia
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
.
|
|
3
Tgl......
|
Mampu
menggunakan EYD dalam penulisan
|
Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD)
1.
Ejaan yang disempurnakan
2.
Pemakaian huruf dan penulisan kata
3.
Penulisan singkatan
4.
Pemakian tanda baca
5.
Penulisan angka dan lambang bilangan
|
Praktik
menulis sesuai EYD
|
Menggunakan
EYD dengan baik dan benar dalam penulisan meliputi pemakaian huruf dan kata,
singkatan, tanda baca, angka dan lambang bilangan.
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Resume materi EYD
|
|
4
Tgl......
|
Mampu menggunakan kalimat efektif
|
Kalimat
Efektif
|
·
Menganalisis kalimat,
praktik menulis kalimat efektif
|
Menganalisis
kalimat, dan menggunakan kalimat efektif dalam penulisan
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
5
Tgl......
|
Mampu membedakan jenis-jenis paragraf dan mampu
membuat paragraf yang baik dan benar.
|
Paragraf
dan Jenis-jenisnya
|
·
Menganalisis paragraf, dan
menulis paragraf
|
Menulis
jenis-jenis paragraph dengan baik dan benar
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas menulis
|
|
6
Tgl......
|
Mampu memahami makna kata
|
1.
Pengertian
kata
2.
Membedakan
kata umum dan khusus
3.
Mengartikan
makna kata
4.
Membedakan
sinonim, hiponim, dan antonim.
|
·
Menganalisis kata dan
makna kata
|
Menganalisis
makna kata meliputi kata umum dan khusus, sinonim, hiponim. Antonym, mengartikan makna.
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
7
Tgl......
|
Mampu memilih kata dengan tepat sesuai situasi dan kondisi
|
Diksi
dan Pilihan kata
|
·
Menganalisis pemilhan
diksi, dan praktik menulis
|
Menulis
dengan pilihan kata yang tepat
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
8
Tgl.....
|
|
|
Ujian
Tengah Semester
|
|
100
|
|
|
|
9
Tgl......
|
Mampu
menulis cara pengambilan kutipan dalam buku dan lainnya.
Mampu
menulis daftar pustaka
|
Penggunaan
bahasa
1.
Tehnik
pengutipan
2.
Jenis-jenis
kutipan
3.
Catatan kaki/ footnote
4.
Teknik
penulisan daftar pustaka
|
·
Praktik menulis kutipan
dan daftar pustaka
|
Menulis
kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dengan benar
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
10
Tgl......
|
Mampu
menentukan topic tulisan dan menulis dalam kerangka karangan
|
1.
pemilihan topik
2.
judul.
3.
bahan penulisan
4.
pola kerangka karangan
|
·
menganalisi topic tulisan
dan membuat tulisan
|
Membuat
tulisan dalam satu topik
|
100
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
11
Tgl......
|
Mampu
memahami jenis-jenis tulisan
|
Jenis-jenis
Tulisan
-Tulisan Ilmiah
-Tulisan Semi-ilmiah
-Tulisan Populer
|
·
Menganalisis dan menulis
|
Menganalisis
dan menulis karya ilmiah
|
100’
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
|
·
Tugas Menulis
|
|
12
Tgl......
|
Mampu
membuat artikel atau esay
|
1. Menyusun paragraf pembuka
2. Menyusun paragraf isi artikel/esay
3. Menyusun paragraf penutuf
|
·
Diskusi kelas.
·
Presentasi dan klarifikasi
materi oleh dosen.
|
Menulis
artikel/esay
|
100’
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Tugas Menulis
|
|
13
Tgl….
|
|||||||
|
14
Tgl…
|
|||||||
|
15
Tgl......
|
Mampu berbicara akademik
|
Berbicara
Akademik (Public Speaking)
|
·
Diskusi kelas.
·
Presentasi dan klarifikasi
materi oleh dosen.
|
Berbicara
akademik dengan baik dan benar
|
100’
|
·
Buku (lihat di sumber
referensi)
·
Koran, jurnal,
majalah, dll
·
Laptop, LCD
·
PPT
|
·
Makalah kelompok.
·
Bahan presentasi (PPT).
·
Membuat summary.
|
|
16
Tgl......
|
|
|
Ujian Akhir Semester
|
|
100
|
|
|
Langganan:
Postingan (Atom)
Kausalitas
Senja sore ini langit begitu merah merayu….. memanjakan rasa lelah setelah sehari beraktivitas. Tidak heran seorang perempuan paruh baya men...
-
In Memorial Derai hujan membasahi bumi Iringi kepergianmu dari sisiku Samar terdengar langkahmu menjauh Memudar tanpa jejak ...
-
Namaku adalah Nahwa, aku adalah seorang gadis remaja dan ini adalah kisahku yang hendak ku bagikan pada siapa saja yang sedang mencari cin...
-
Senja sore ini langit begitu merah merayu….. memanjakan rasa lelah setelah sehari beraktivitas. Tidak heran seorang perempuan paruh baya men...


