Kamis, 10 Oktober 2013

Metamorphosis



Ulat….. adalah seekor makhluk yang hidup di tanaman. Kebanyakan orang merasa jijik, takut, dan geli melihat ulat terlebih anak-anak. tak jarang membuat mereka menangis. Ulat juga menjadi hama tanaman, musuh bagi para petani. Dalam waktu singkat ulat mampu memhabiskan daun hingga tanaman menjadi gundul, karena ulat termasuk hewan yang rakus dan menghabiskan wakunya untuk makan. Sebagian ulat beracun dan memberi efek gatal pada kulit manusia. beberapa waktu lalu terjadi lonjakan perkembangbiakan ulat bulu di beberapa wilayah indonesia. Tentu ini menimbulkan kerugian bagi manusia, rusaknya tanaman warga mengakibatkan gagal panen. gedung sekolah, masjid, dan beberapa tempat lain dipenuhi oleh utal bulu sehingga mengganggu aktifitas manusia. namun ada beberapa jenis ulat yang bulunya cantik, penuh warna indah seperti perpen lolipop. Ada ulat yang menguntungkan manusia juga, dibudidayakan dan menjadi bahan tekstil yang mahal. Tapi perbadinganya tidak seimbang, karena tetap lebih banyak ulat yang merugikan manusia, dihidari oleh manusia karena takut, jijik, dan geli.

     Berbeda dengan ulat, kupu-kupu….. ia adalah makhluk yang indah, warna-warna cantiknya menggoda siapa saja yang melihatnya. Anak-anak senang bermain di taman yang dipenuhi oleh kupu-kupu. Kepakan sayapnya yang menggelitik seolah mengajak untuk terbang bersama. kupu-kupu banyak membantu para petani dalam proses penyerbukan tanaman. Kupu-kupu juga hinggap di bunga-bunga yang indah, menghisap sari makanan. Banyak manusia yang menyukai kupu-kupu tapi merasa jijik dan takut terhadap ulat padahal keduanya adalah makhluk yang sama. Hanya berbeda vase metamorphosis saja.

     Sama halnya dengan kupu-kupu dan ulat, manusia juga memiliki vase metamorfosa hanya saja tidak sama persis dengan ulat dan kupu-kupu. Pada saat manusia dalam vase tidak dianggap, kuranngnya penghargaan dari orang lain, tidak adanya pengakuan dari orang lain. ketika dalam keadaan buruk, menjengkelkan, serta dihindari, dibenci atau bahkan diaggap seperti sampah masyarakat, pada saat itulah manusia dalam vase menjadi ulat. Maka untuk memperoleh pengakuan, penghargaan, dicintai atau menjadi orang yang penting bagi orang lain, manusia harus bermetamorfosis menjadi vase kupu-kupu yang indah.

     Namun….. untuk mencapai vase kupu-kupu harus melalui proses yang lama, mungkin menyakitkan dan membutuhkan kesabaran yang ekstra. Ia harus melewati vase menjadi kepompong. Melwati vase yang tidak indah dan mungkin selalu seperti yang tidak diharapkan. Pada vase ulat dan kepompong inilah manusia sedang mendapat ujian, ketika kepompong hendak keluar untuk menjadi kupu-kupu, ia pun mendapat beberapa hal menyakitkan lagi, di sini butuh kekuatan ekstra. jika lolos maka akan mendapat hadiah, yaitu menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah.
Tapi tak jarang manusia yang enggan bermetamorfosis, ia tidak mau bersusah-susah menjadi kepompong, tidak sabar, tidak mau terluka, dan betah berada di zona nyaman menjadi ulat yang ditakuti oleh anak-anak, menghabiskan waktu dengan memakan daun-daun segar. Bahkan tidak sedikit manusia yang tidak sadar bahwa dirinya berada pada vase ulat karena zona nyaman tersebut telah melenakannya.

Jadi kapan kita akan menjadi kupu-kupu?
Tentu setelah bermetamorfosis……
So…. Make your choice!!! * menjadi ulat atau kupu-kupu*


“terluka untuk mengejar mimpi bukanlah hal yang sia-sia”

Memory @my lovely home
Jum’at 11 oktober 2013
BY
DiVi Syahida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kausalitas

Senja sore ini langit begitu merah merayu….. memanjakan rasa lelah setelah sehari beraktivitas. Tidak heran seorang perempuan paruh baya men...